3bce2dbaf14ad6b16ba785410d5218929bb7486f
Hanya Berbagi Berbagi dan Berbagi

Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan Hati yang Kotor

0 76
Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan Hati yang Kotor
  • 1 Version
  • 0 Download
  • 1.7 MB File Size
  • 1 File Count
  • 13 Februari 2020 Create Date
  • 9 Februari 2020 Last Updated

Ebook ini ditulis oleh kiai Abdullah Gymnastiar berjudul "Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkannya"  Ebook 38 halaman ini berisi pentingnya hati yang bersih, faktor utama penyebab hati menjadi kotor dan kita kiat membersihkan hati yang kotor.

Rangkuman ebook "Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan Hati"

Saudaraku, menjaga pakaian seringkali kita kita agar berusaha tidak kotor, tidak terkena noda. Kita rajin menjaga penampilan kendaraan kita agar senantiasa bersih dan sedap dipandang mata, hingga rela merogoh uang dalam-dalam. Namun sayangnya, kita seringkali lalai untuk menjaga hati kita agar tidak terkena noda.

Allah Swt berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ◊ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesung­guhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91]: 9-10).

Rasulullah Saw bersabda, “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat da­ging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun ru­sak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.” ­ (HR. Bukhari Muslim).

Bersihnya hati atau qalbun saliim adalah pengantar kepada kedekatan dengan ­Allah Swt. Semakin bersih hati seseorang, maka semakin mudah baginya untuk yakin kepada Allah Swt.

Faktor Utama Pengotor Hati

Dua hal yang paling dominan membuat hati manusia menjadi kotor adalah cinta dunia dan hawa nafsu.  

1. Cinta Dunia

Kita sering menganggap bahwa kesuksesan akan datang dari kekayaan, popularitas, penghargaan, pangkat atau jabatan. Padahal tidak ada satu ayat pun atau satu kalimat pun di dalam Al Quran yang menyebutkan bahwa indikasi kesuksesan ditunjukan dengan hal-hal tersebut. Apa yang ada di dalam Al Quran adalah bahwa indikasi kesuksesan seseorang adalah ketakwaannya kepada Allah Swt.

Allah Swt berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Qs. Al Hujurat ayat 13) baca tafsirnya

Kita sepatutnya tidak memandang berlebihan terhadap hal-hal duniawi. Punya mobil bagus, tinggal disyukuri, tidak perlu disikapi secara berlebihan. Kita boleh memiliki mobil bagus, namun jangan sampai memiliki pandangan bahwa kebahagiaan itu datang dari mobil tersebut. Jangan sampai kepemilikan atas mobil itu mengotori hati kita.

Jikalau dengan memiliki mobil itu kita malah jadi lebih banyak sombongnya, lebih sering ingin dipuji oleh orang lain, lebih sering merasa gelisah karena takut mobil dicuri orang lain atau takut tergores, pengeluaran untuk mobil lebih besar daripada sedekah, maka itulah saatnya kita untuk waspada. Karena itulah tanda bahwa hati kita mulai lebih sibuk untuk urusan dunia.
Ketika perasaan-perasaan seperti diatas mulai muncul, maka akan lebih baik tidak memiliki mobil. Akan lebih baik bepergian dengan kendaraan umum. Bukankah prinsip memiliki kendaraan itu adalah sebagai sarana transportasi. Sedangkan pada kenyataannya kita melihat banyak sekali orang yang bisa tetap asyik bepergian tanpa memiliki kendaraan pribadi.

2. Hawa Nafsu

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ◊ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

Artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan mena­ han diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An Naaziat [79]: 40 – 41).

Dalam ayat ini Allah memperingatkan manusia agar tidak mengumbar hawa nafsunya. Ayat ini diperkuat dengan hadits Rasulullah Saw., “Sesungguhnya perkara yang paling aku takuti terhadap kalian adalah menuruti hawa nafsu dan panjang angan. Adapun menuruti hawa nafsu da­pat menghalangi dari kebenaran. Sedang­ kan panjangangan artinya sama dengan mencintai dunia.” (HR. Ibnu Abi Ad Dunya).

Salah satu hal yang sangat rentan me­ngotori hati kita adalah pandangan mata yang didorong oleh bisikan hawa nafsu. Memang menjadi fitrah manusia jika ada ketertarikan terhadap lawan jenis. Akan tetapi Islam memiliki aturan mulia yang mengatur interaksi antar sesama manusia berlainan jenis, termasuk dalam hal pandangan mata.

Pendengaran kita pun musti dipelihara dan dijaga dari hal-hal yang bisa merusak hati, salah satunya adalah lagu-lagu. Bahkan sebagian ulama menghukumi haram terutama ulama syafi'iyah yang sangat tegas dalam hal ini.

Jikalau yang kita cari dari hiburan- hiburan itu adalah rasa rileks dan tenang, maka sungguh Al Quran akan memberikannya. Karena Al Quran mengajak kita untuk mengingat Allah Swt, sedangkan dengan mengingat-Nya maka hati kita akan tentram.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (Qs. Ar-Ra'du ayat 28) baca tafsirnya

Selain lagu-lagu, masih banyak hal yang bisa merusak hati melalui jendela pendengaran, diantaranya adalah omo­ngan-omongan yang berisi keburukan orang, ghibah atau fitnah.

Tips Menjaga Kebersihan Hati

1.Jangan Sibuk Dengan Penilaian Orang.

Sibuk dengan penilaian orang lain, biasanya membuat kita bersikap pura-pura karena kita ingin mendapat sanjungan, pujian, perlakuan spesial. Tidak ada gunanya kita mengejar penilaian orang lain karena sesungguhnya kita tidak pernah memiliki apa-apa. Demikian halnya kita tidak perlu repot ketika menghadapi sikap orang lain yang menghina dan menjelek-jelekkan kita.

2. Hindari obrolan yang tidak perlu.

Satu langkah praktis yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan hati adalah dengan mengurangi dan menghindari obrolan-obrolan yang tidak perlu. Sesungguhnya ngobrol itu tidaklah gampang karena selalu ada celah untuk kita pamer diri, sombong, ingin dipuji.

3. Mujahadah

Diperlukan mujahadah atau kesungguhan dalam menjaga hati agar senantiasa bersih. Memang tidak mudah untuk selalu mawas diri menghindari bisikan-bisikan syaitan yang bisa meninggalkan noda di hati kita.

Contoh yang sederhana adalah misalnya ketika melihat seseorang bertubuh tambun, tiba-tiba kita iseng bertanya pada diri sendiri tentang ukuran celananya dengan unsur ejekan. Ini adalah contoh kecil namun jika kita menganggapnya sebagai hal yang biasa maka akan menjadi kebiasaan dan tak terasa semakin mengotori hati kita.

Latihlah dengan sungguh-sungguh diri kita untuk melihat setiap peristiwa de­ngan kacamata positif sehingga tidak hadir pikiran-pikiran buruk setiap kali melihat suatu kejadian. Jangan sampai kita terbiasa berpikiran miring setiap melihat suatu peris­tiwa sehingga mengotori hati kita. Karena siapa lagi yang akan menjaga hati kita jika bukan kita sendiri.

4. Bersikap Wara`.

Wara’ adalah sikap berhati-hati terhadap urusan duniawi. Orang yang bersikap wara` akan memilih untuk meninggalkan hal-hal yang syubhat atau samar-samar hukum­nya. Di antara ciri-ciri dasar orang- orang yang bersikap wara’ adalah kehati- hatian mereka yang luar biasa untuk tidak mendekati sesuatu yang syubhat yang bisa menyeret dirinya pada hal yang haram.

5. Evaluasi diri.

Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang pan­ dai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidu­pan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan ter­hadap Allah Swt.” (HR. At Tirmidzi).

Senantiasalah lakukan evaluasi ke dalam hati kita setiap kali selesai melakukan atau mengatakan sesuatu. Tanyakanlah kepada hati kita apakah niat dari perbuatan atau perkataan itu. Adakah unsur riya, sombong, dan takabur di sana. Jika kita semakin terbiasa melakukan evaluasi se­perti ini, maka kita akan menjadi refleks mengevaluasi diri tanpa menunggu melakukan atau mengatakan sesuatu dulu. Jika sudah demikian, maka akan semakin terjagalah diri kita dari kekotoran hati.

Penutup

Saudaraku, kebersihan hati amatlah penting untuk menjaga keteguhan tauhid kita. Hanya dengan tauhid yang kokoh perubahan dan perbaikan bisa tercapai. Hanya dengan tauhid yang kuatlah umat akan hidup rukun dan damai. Karena ketika orang-orang tujuannya adalah Allah Swt, sesungguhnya karunia Allah itu sangat luas sehingga setiap manusia pasti akan mendapatkannya tanpa harus saling berebutan. Sedangkan ketika orang-orang bertujuan kepada dunia, sesungguhnya dunia sa­ngatlah kecil sehingga memicu perebutan di antara sesama manusia.

Tauhid adalah pondasi. Tauhid adalah dasar. Tauhid adalah akar. Rasulullah Saw berda’wah selama 13 tahun di kota Me­kkah menyampaikan tauhid, karena inilah dasar dari tegaknya Islam. Shalat penting, zakat penting, shaum penting, haji pun penting. Akan tetapi jika semua itu tidak didasari dengan tauhid yang kokoh, maka akan mudah goyah dan roboh.

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah Swt agar kita mampu menjaga kebersihan hati kita, sehingga kokoh pula tauhid kita. Amin.

Wallahua’lam bishawab.


Preview ebook "Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan Hati"

Dibawah adalah preview dari ebook "Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan hati" yang di tulis oleh Abdullah Gymnastiar preview lengkap dari 38 halaman ebook, silahkan anda download dari tombol download gratis yang sudah saya sediakan. Untuk membacanya di android bisa menggunakan 3 aplikasi pembaca ebook android bagi sobat yang memakai linux bisa memakai 6 aplikasi pembaca ebook terbaik untuk linux

Demikian pembahasan tentang faktor-faktor pengotor hati dan kiat-kiat cara membersihkan hati yang kotor yang dapat kami sampaikan. Semoga apa yang kami tulis menjadi penerus dakwah rosul, amal shalih dan ilmu yang bermanfaat bagi penulisnya maupun pembaca semuanya.


Terima kasih telah berkunjung dan mendownload.


File
Faktor Pengotor Hati dan Kiat Membersihkannya.pdf
Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan Hati yang Kotor
Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkan Hati yang Kotor 1

Ebook ini ditulis oleh kiai Abdullah Gymnastiar berjudul "Faktor Pengotor Hati Dan Kiat Membersihkannya"  Ebook 38 halaman ini berisi pentingnya hati yang bersih, faktor utama penyebab hati menjadi kotor dan kita kiat membersihkan hati yang kotor.

URL: https://www.smstauhiid.com

Penulis: Abdullah Gymnastiar

Edisi Buku:

Edisi : pertama
Nama : Faktor pengotor hati dan kiat membersihkannya
Penulis : Abdullah Gymnastiar
Tanggal Diterbitkan : 04/01/2012
Format : EBook

Peringkat Editor:
4
Subscribe ke email newsletter
Subscribe ke email newsletter
Daftar untuk mendapat artikel terbaru, update aplikasi dan Ebook gratis langsung dari Inbox.
Anda bisa unsubscribe kapan saja

Tinggalkan balasan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

six + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.