3bce2dbaf14ad6b16ba785410d5218929bb7486f
Hanya Berbagi Berbagi dan Berbagi

Kriteria Makanan Halal dan Haram Dalam Agama Islam

Ebook kriteria makanan halal dan haram dalam syariat islam

0 674
Kriteria Makanan Halal dan Haram Dalam Agama Islam
  • Version
  • Download 24
  • File Size 581 Kb
  • File Count 1
  • Create Date 22 Januari 2020
  • Last Updated 20 Januari 2020

Di ebook ini menjelaskan tentang kriteria makanan halal dan haram dalam agama islam. Bagi seorang muslim, makanan bukan sekedar pengisi perut dan penyehat badan saja, sehingga diusahakan harus sehat dan bergizi, tetapi di samping itu juga harus halal. Baik halal pada zat makanan itu sendiri, yaitu tidak termasuk makanan yang diharamkan oleh Allah, dan halal pada cara mendapatkannya.

Kewajiban mengkonsumsi makanan yang baik lagi halal

Agama Islam adalah agama yang sangat sempurna, komprehensip dan mudah syariatnya. Di antara bukti kebaikan dan kemudahan syari‟at Islam, Allah menghalalkan semua makanan dan minuman yang mengandung maslahat dan manfaat bagi badan, ruh maupun akhlak manusia. Demikian pula sebaliknya, Allah mengharamkan semua makanan dan minuman yang menimbulkan mudharat atau yang mengandung mudharat lebih besar daripada manfaatnya. Hal ini tidak lain untuk menjaga kesucian dan kebaikan hati, akal, ruh, dan jasad manusia.

Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah memerintahkan seluruh hamba-Nya yang beriman dan yang kafir agar mereka makan makanan yang baik lagi halal, sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168) (tafsirnya)

Dan firman-Nya pula: ِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari yang telah Kami rizkikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 172) (tafsirnya)

Dalam menafsirkan ayat di atas, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‟di berkata: “Perintah ini (yakni memakan makanan yang halal lagi baik) ditujukan kepada seluruh manusia, baik dia seorang mukmin ataupun kafir. Mereka diperintahkan memakan apa yang ada di bumi, baik berupa biji-bijian, buah-buahan, dan binatang yang halal. Yaitu diperolehnya dengan cara yang halal (benar), bukan dengan cara merampas atau dengan cara-cara yang tidak diperbolehkan. Dan Tayyiban (yang baik) maksudnya bukan termasuk makanan yang keji atau kotor, seperti bangkai, darah, daging babi, dan lainnya”. (Tafsir Taisir Karimirrahman, hal. 63).

Kriteria makanan halal dan haram dalam syariat islam

Pada dasarnya semua makanan halal kecuali ada dalil

Pada dasarnya hukum asal segala sesuatu (makanan, binatang, dll) adalah halal kecuali ada dalil syar'i yang mengharamkannya.

Kaidah ini disimpulkan oleh para ulama dari beberapa ayat Al-Qur‟an, di antaranya firman Allah :

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS. Al-Baqarah: 29) (tafsirnya)

Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu (termasuk makanan dan binatang) yang ada di bumi adalah nikmat dari Allah, maka ini menunjukkan bahwa hukum asalnya adalah halal dikonsumsi dan boleh dimanfaatkan untuk keperluan lainnya, karena Allah tidaklah memberikan nikmat kecuali yang halal dan baik.

Dan berdasarkan firman-Nya pula: ِ

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

“Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya”. (QS. Al-An‟am: 119) (tafsirnya)

Maka semua makanan yang tidak ada pengharamannya dalam syari‟at Islam berarti hukumnya adalah halal sepanjang tidak menimbulkan mudharat kepada dirinya. Demikian pula binatang yang tidak ada pengharamannya dalam dalil-dalil syar‟i dan tidak termasuk ke dalam golongan binatang yang haram dikonsumsi, baik karena kesamaan jenis, bentuk atau sifat, maka hukumnya halal dikonsumsi dan boleh dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti dijadikan kendaraan, perhiasan, hiburan atau selainnya.

Kriteria makanan haram dalam syariat islam

Di dalam syari‟at Islam, makanan atau binatang yang haram dikonsumsi itu ada dua jenis:

Pertama: Haram Lidzatihi (makanan yang haram karena dzatnya).

Maksudnya hukum asal dari makanan itu sendiri memang sudah haram. Beberapa yang diharamkan oleh Allah dan Rosul-Nya, di antaranya adalah:

  1. Darah.
  2. Daging babi.
  3. Khamar (minuman keras).
  4. Semua binatang buas yang bertaring, yang dengan taringnya ia memangsa dan menyerang mangsanya.
  5. Semua jenis burung yang bercakar, yang dengan cakarnya ia mengcengkeram atau menyerang mangsanya.
  6. Semua binatang yang diperintahkan untuk dibunuh.
  7. Semua binatang yang dilarang untuk dibunuh.
  8. Keledai jinak (bukan yang liar).
  9. Binatang yang lahir dari perkawinan dua jenis binatang yang berbeda, yang salah satunya halal dan yang lainnya haram.
  10. Anjing.
  11. Binatang yang buruk atau menjijikkan.
  12. Semua makanan yang bermudharat terhadap kesehatan manusia. (contoh salah satunya adalah rokok)

Kedua: Haram Lighairihi (makanan yang haram karena faktor eksternal).

Maksudnya hukum asal makanan itu sendiri adalah halal, akan tetapi dia berubah menjadi haram karena adanya sebab yang tidak berkaitan dengan makanan tersebut. Misalnya: makanan dari hasil mencuri atau dibeli dengan uang hasil korupsi, transaksi riba, upah pelacuran, sesajen perdukunan, dan lain sebagainya.

  1. Binatang yang disembelih untuk sesaji.
  2. Binatang yang disembelih tanpa membaca basmalah.
  3. Bangkai.
  4. Makanan yang diperoleh dengan cara haram.
  5. Jallalah, Yaitu binatang yang sebagian besar makanannya adalah feses (kotoran manusia atau hewan lain atau najis), baik berupa onta, sapi, dan kambing, maupun yang berupa burung, seperti: garuda, angsa (yang memakan feses), ayam (pemakan feses), dan selainnya.
  6. Semua makanan halal yang tercampur najis.

Ini adalah rangkuman daftar makanan halal dan haram secara singkat. Untuk penjelasan rinci beserta dalil syar'i-nya bisa di baca pada ebook yang bisa sobat download secara gratis.

Preview Ebook Kriteria makanan halal dan haram

Ini adalah preview 10 halaman awal dari 31 halaman ebook, silahkan anda download dari tombol download gratis yang sudah saya sediakan. Untuk membacanya di android bisa menggunakan 3 aplikasi pembaca ebook android bagi sobat yang memakai linux bisa memakai 6 aplikasi pembaca ebook terbaik untuk linux

Demikian pembahasan tentang kaidah dan kriteria makanan dan binatang yang diharamkan dalam agama Islam yang dapat kami sebutkan. Semoga apa yang kami tulis menjadi penerus dakwah rosul, amal shalih dan ilmu yang bermanfaat bagi penulisnya maupun pembaca semuanya.


Terima kasih telah berkunjung dan mendownload.

File
kriteria-makanan-halal-dan-haram.pdf
Kriteria Makanan Halal dan Haram Dalam Agama Islam | Kangsoel Blog

Di ebook ini menjelaskan tentang kriteria makanan halal dan haram dalam agama islam. Bagi seorang muslim, makanan bukan sekedar pengisi perut dan penyehat badan saja, sehingga diusahakan harus sehat dan bergizi, tetapi di samping itu juga harus halal. Baik halal pada zat makanan itu sendiri, yaitu tidak termasuk makanan yang diharamkan oleh Allah, dan halal pada cara mendapatkannya.

URL: https://www.abufawas.wordpress.com

Nama: Kriteria Makanan Halal dan Haram

Penulis: Array, Array, Array

Tanggal Diterbitkan: 2020-11-20 11:16

Format: https://schema.org/EBook

Peringkat Editor:
4
Subscribe ke email newsletter
Subscribe ke email newsletter
Daftar untuk mendapat artikel terbaru, update aplikasi dan Ebook gratis langsung dari Inbox.
Anda bisa unsubscribe kapan saja
Loading...